Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci? Sebenarnya Allah mensucikan siapa yang Dia kehendaki, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun. (4:49)
Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Dan cukuplah perbuatan (menganggap diri suci) itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka). (4:50)
Orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil, sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas Ampunan-Nya. Dia lebih mengetahui tentang kamu, ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang patuh (kepada-Nya). (53:32)
Penjelasan :
Kita manusia adalah makhluk lemah yang tidak luput dari dosa. Oleh karena itu, menganggap bahwa diri kita bersih (bebas) dari dosa adalah suatu dosa, karena dengan pernyataan (bersih dari dosa) tersebut berarti kita telah berbohong.
Mutiara Hikmah
Senin, 22 September 2014
Jumat, 19 September 2014
Kerusakan di Alam adalah Karena Perbuatan Manusia
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (30:41)
Penjelasan :
Kerusakan alam yang mendatangkan penderitaan pada umat manusia adalah akibat perbuatan manusia itu sendiri. Semoga hal ini menjadi bahan introspeksi bagi kita semua.
Minggu, 14 Oktober 2012
Berbuat Baik Lintas Agama
Allah
tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang
tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. (60:8)
Sesungguhnya
Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang memerangimu
karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk
mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah
orang yang zhalim. (60:9)
Penjelasan :
Tidak
ada halangan untuk berbuat baik hanya karena perbedaan agama, kecuali terhadap
orang-orang yang memerangi dan mengusir atau membantu (orang lain) untuk mengusir kita karena
agama.
Dipertemukan di Syurga
Dan
orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam
keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam syurga), dan
Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang
terikat dengan apa yang dikerjakannya. (52:21)
(yaitu)
syurga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang shaleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya (suami-istri) dan anak cucunya,
sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (13:23)
Penjelasan :
Dengan
beriman dan beramal shaleh, kelak kita akan dipertemukan oleh Allah dengan
keluarga kita yang sama-sama beriman dan beramal shaleh di dalam syurga ‘Adn.
Jumat, 05 Oktober 2012
Memperhatikan Alam untuk Menumbuhkan Iman
Kami
akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (bukti-bukti) Kami di segenap
penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa
Al-Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu
menyaksikan segala sesuatu? (41:53)
Dan
agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa Al-Qur’an itu benar dari
Tuhanmu lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Dan sungguh,
Allah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.
(22:54)
Sesungguhnya
pada penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat
tanda-tanda (bukti-bukti) bagi orang yang berakal, (3:190)
(yaitu)
orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan
berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi … (3:191)
Dan
di bumi terdapat tanda-tanda (bukti-bukti) bagi orang-orang yang yakin. (51:20)
Dan
(juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?. (51:21)
Penjelasan :
Salah
satu cara untuk menumbuhkan iman kepada Al-Qur’an adalah dengan
memperhatikan/memikirkan dan menghubungkan/mengaitkan antara ayat-ayat Al-Qur’an
dan kenyataan yang ada di alam semesta, termasuk pada diri kita sendiri.
Kamis, 10 Mei 2012
Perkataan yang Tidak Bermanfaat adalah Kerugian
Demi masa (waktu). (103:1)
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, (103:2)
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh
dan saling berwasiat (menasehati)
untuk kebenaran dan saling berwasiat (menasehati) untuk kesabaran. (103:3)
untuk kebenaran dan saling berwasiat (menasehati) untuk kesabaran. (103:3)
Sungguh beruntung (tidak merugi) orang-orang yang beriman,
(23:1)
(yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya, (23:2)
dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan
perkataan) yang sia-sia (tidak bermanfaat), (23:3)
Penjelasan :
Perkataan yang tidak bermanfaat hanya akan mendatangkan
kerugian, terutama rugi waktu. Supaya tidak merugi, marilah kita jaga supaya
mulut kita hanya mengucapkan perkataan yang bermanfaat, yaitu kata-kata yang
membawa kepada kebenaran dan kesabaran.
Sabtu, 05 Mei 2012
Dalam Neraka Hanya Sementara ?
Dan mereka berkata, "Kami sekali-kali tidak akan
disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah,
"Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan
memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang
tidak kamu ketahui?" (2:80)
(Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan
ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di
dalamnya. (2:81)
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan
kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan amal yang
shaleh, berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan (dikatakan kepada
mereka), bukankah Kami telah memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk
berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (padahal) telah datang kepadamu
pemberi peringatan ? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang
yang zalim seorang penolongpun. (35:37)
Mereka ingin keluar
dari neraka, tetapi mereka sekali-kali tidak akan dapat keluar daripadanya, dan mereka mendapat azab yang kekal. (5:37)
Penjelasan :
Allah menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa neraka adalah ‘azab
yang kekal. Sekali masuk neraka, tidak ada kemungkinan untuk keluar
daripadanya.
Langganan:
Komentar (Atom)