Allah
tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang
tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. (60:8)
Sesungguhnya
Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang memerangimu
karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk
mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah
orang yang zhalim. (60:9)
Penjelasan :
Tidak
ada halangan untuk berbuat baik hanya karena perbedaan agama, kecuali terhadap
orang-orang yang memerangi dan mengusir atau membantu (orang lain) untuk mengusir kita karena
agama.
Dan
orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam
keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam syurga), dan
Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang
terikat dengan apa yang dikerjakannya. (52:21)
(yaitu)
syurga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang shaleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya (suami-istri) dan anak cucunya,
sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (13:23)
Penjelasan :
Dengan
beriman dan beramal shaleh, kelak kita akan dipertemukan oleh Allah dengan
keluarga kita yang sama-sama beriman dan beramal shaleh di dalam syurga ‘Adn.
Kami
akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (bukti-bukti) Kami di segenap
penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa
Al-Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu
menyaksikan segala sesuatu? (41:53)
Dan
agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa Al-Qur’an itu benar dari
Tuhanmu lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Dan sungguh,
Allah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.
(22:54)
Sesungguhnya
pada penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat
tanda-tanda (bukti-bukti) bagi orang yang berakal, (3:190)
(yaitu)
orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan
berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi … (3:191)
Dan
di bumi terdapat tanda-tanda (bukti-bukti) bagi orang-orang yang yakin. (51:20)
Dan
(juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?. (51:21)
Penjelasan :
Salah
satu cara untuk menumbuhkan iman kepada Al-Qur’an adalah dengan
memperhatikan/memikirkan dan menghubungkan/mengaitkan antara ayat-ayat Al-Qur’an
dan kenyataan yang ada di alam semesta, termasuk pada diri kita sendiri.
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada
Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. (33:70)
Demi masa (waktu). (103:1)
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, (103:2)
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh
dan saling berwasiat (menasehati)
untuk kebenaran dan saling berwasiat
(menasehati) untuk kesabaran. (103:3)
Sungguh beruntung (tidak merugi) orang-orang yang beriman,
(23:1)
(yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya, (23:2)
dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan
perkataan) yang sia-sia (tidak bermanfaat), (23:3)
Penjelasan :
Perkataan yang tidak bermanfaat hanya akan mendatangkan
kerugian, terutama rugi waktu. Supaya tidak merugi, marilah kita jaga supaya
mulut kita hanya mengucapkan perkataan yang bermanfaat, yaitu kata-kata yang
membawa kepada kebenaran dan kesabaran.
Dan mereka berkata, "Kami sekali-kali tidak akan
disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah,
"Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan
memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang
tidak kamu ketahui?" (2:80)
(Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan
ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di
dalamnya. (2:81)
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan
kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan amal yang
shaleh, berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan (dikatakan kepada
mereka), bukankah Kami telah memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk
berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (padahal) telah datang kepadamu
pemberi peringatan ? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang
yang zalim seorang penolongpun. (35:37)
Mereka ingin keluar
dari neraka, tetapi mereka sekali-kali tidak akan dapat keluar daripadanya, dan mereka mendapat azab yang kekal. (5:37)
Penjelasan :
Allah menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa neraka adalah ‘azab
yang kekal. Sekali masuk neraka, tidak ada kemungkinan untuk keluar
daripadanya.
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha
Pemurah (Al-Qur`an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkannya) maka
syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (43:36)
Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi
mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat
petunjuk. (43:37)
Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang
kepada Kami (pada hari kiamat) dia berkata, "Wahai! Sekiranya (jarak)
antara aku dan kamu (syaitan) seperti jarak antara masyrik (timur) dan maghrib
(barat), maka (memang) syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai
manusia)". (43:38)
(Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu
pada hari itu karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu (pantas)
bersama-sama dalam azab itu. (43:39)
Penjelasan :
Jika kita berpaling dari Al-Qur’an, maka kita akan
senantiasa disertai oleh syaitan yang menyesatkan kita.
Wahai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul, dan
janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat (titipan-titipan) yang dipercayakan
kepadamu, sedang kamu mengetahui. (8:27)
Dan
ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan, dan
sesungguhnya di sisi Allah ada pahala (imbalan) yang besar. (8:28)
Dan di
dalam harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang
miskin yang tidak meminta. (51:19)
Sungguh,
Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat (titipan) kepada yang berhak
menerimanya, (4:58)
Penjelasan :
Di dalam
harta kita ada hak orang miskin yang dititipkan oleh Allah melalui tangan kita.
Oleh karena itu, marilah titipan Allah tersebut kita sampaikan kepada yang
berhak menerimanya.
Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar
dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur`an itu tidaklah menambah
kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (17:82)
Dan apabila dibacakan Al Qur`an, maka dengarkanlah
baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang (diamlah) agar kamu mendapat rahmat.
(7:204)
Dan orang-orang yang ingkar berkata, "Janganlah kamu
mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al-Qur’an ini dan buatlah kegaduhan
terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka).” (41:26)
Maka sungguh, akan Kami timpakan azab yang keras kepada
orang-orang yang ingkar itu dan sungguh, akan Kami beri balasan kepada mereka
dengan seburuk-buruk pembalasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. (41:27)
Penjelasan :
Mendengar dan memperhatikan dengan tenang (diam) ketika
Al-Qur’an sedang dibacakan, berarti mengundang datangnya rahmat Allah.
Sebaliknya, tidak mau mendengarkan ketika Al-Qur’an sedang dibacakan dan
membuat kegaduhan terhadapnya, berarti melakukan keingkaran dan mengundang
datangnya azab Allah.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila
disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya
bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal
(berserah diri). (8:2)
(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang
menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (8:3)
Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan
memperoleh derajat yang tinggi di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat)
yang mulia. (8:4)
Penjelasan :
Diantara ciri-ciri orang yang benar-benar beriman adalah
mendirikan shalat dan menunaikan infak setiap kali memperoleh rezeki. Jika
salah satu atau kedua ciri-ciri tersebut tidak ada pada diri kita, berarti kita
belum termasuk orang yang benar-benar beriman.
Dan sungguh, Allah telah menurunkan kepadamu di dalam Kitab
(Al-Qur`an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan
diperolok-olokkan, maka janganlah kamu duduk beserta mereka, hingga mereka
memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk bersama mereka),
sesungguhnya kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua
orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam (neraka) Jahannam, (4:140)
Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat
Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan yang lain.
Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu
duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan ini).
(6:68)
Penjelasan :
Jika kita hadir di tempat orang-orang yang sedang melakukan
keingkaran dan memperolok-olokkan ayat-ayat Allah, maka kita akan dipandang
sama (oleh Allah) dengan orang-orang yang melakukan keingkaran dan mengolok-olok
tersebut. Sikap seorang mukmin adalah segera meninggalkan mereka (yang
melakukan keingkaran dan mengolok-olok tersebut), hingga mereka beralih ke
pembicaraan yang lain.
Dan
besarkanlah (agungkanlah) Dia dengan sebesar-besarnya. (17:111)
Rasulullah
saw. bersabda dalam sebuah hadits qudsi : Allah berfirman, “Kebesaran
(kesombongan) adalah selendang-Ku dan keagungan adalah sarung-Ku. Barangsiapa yang
lancang memperebutkan salah satu dari keduanya, maka Aku akan melemparkannya ke
neraka Jahannam.” (Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Penjelasan :
Mengucapkan
“Allaahu akbar” (Allah Mahabesar) berarti menyatakan kebesaran Allah, sekaligus
mengakui kecilnya diri kita. Kalimat “Allaahu akbar” yang sudah membekas dalam
jiwa akan membebaskan kita dari sifat suka membesarkan diri (sombong).
Segala puji
hanya bagi Allah, Tuhan (pemilik) langit dan bumi, Tuhan seluruh alam. (45:36)
Penjelasan :
Mengucapkan
“al-hamdu lillaah” (segala puji hanya bagi Allah) berarti menyatakan bahwa
hanya Allah yang berhak untuk dipuji. Kalimat “al-hamdu lillaah” yang sudah
meresap ke dalam hati akan menghilangkan sifat suka dipuji dan kebiasaan (suka)
memuji diri sendiri.
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja)
mengatakan, "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji? (29:2)
Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang yang sebelum
mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan
sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (29:3)
Dan Kami pasti akan menguji kamu, dengan sedikit ketakutan /
kekhawatiran, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan (kekurangan
hasil usaha). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(2:155)
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka
berkata, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (sesungguhnya kami
adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)”. (2:156)
Mereka itulah yang memperoleh keberkatan yang sempurna dan
rahmat (kasih-sayang) dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang
mendapat petunjuk. (2:157)
Penjelasan :
Setiap kita yang mengaku beriman pasti akan diuji oleh
Allah, untuk membuktikan kebenaran pengakuan iman kita. Apabila ujian-ujian
tersebut kita lalui dengan sabar, yaitu dengan kembali mendekatkan diri
kepada-Nya, maka dibalik semua (ujian) itu Allah telah menyiapkan keberkatan
yang sempurna, kasih-sayang dan petunjuk-Nya bagi kita.
Sombong itu adalah menolak kebenaran dan memandang rendah /
hina (sesama) manusia (Hadits, diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi)
Allah berfirman, "Hai iblis, apakah yang menghalangi
kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku. Apakah kamu
menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih)
tinggi?". (38:75)
Iblis berkata, "Aku lebih baik daripadanya, karena
Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".
(38:76)
Penjelasan :
Sifat sombong, sebagaimana dimiliki oleh iblis, timbul
karena merasa diri lebih baik dari (manusia) yang lain.
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah
hati mereka terkunci? (47:24)
Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya
di muka bumi tanpa alasan yang benar dari ayat-ayat-Ku. Kalaupun mereka melihat
setiap ayat(Ku) , mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka
melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya,
tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang
demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu
lalai daripadanya. (7:146)
Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan
sewenang-wenang. (40:35)
Sombong itu adalah menolak kebenaran dan memandang hina
(sesama) manusia. (Hadits, diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi)
Penjelasan :
Sifat sombong, yaitu menolak kebenaran dan memandang hina
sesama manusia akan mengakibatkan terkuncinya hati kita, sehingga tidak mau
memperhatikan dan mengikuti petunjuk Al-Qur’an.
Dijadikan terasa indah pada (pandangan) manusia kecintaan
kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita (sebaliknya, bagi wanita :
pria), anak-anak (anak kandung, anak angkat, anak buah), harta yang banyak dari
jenis emas, perak, kuda pilihan (kendaraan yang bagus), binatang-binatang
ternak dan sawah ladang (lahan usaha / bisnis). Itulah kesenangan hidup di
dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (3:14)
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah
sebagai cobaan / ujian dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala (imbalan) yang
besar. (8:28)
Katakanlah, "Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu,
saudara-saudaramu, pasangan-pasanganmu (suami / isteri), kaum keluargamu, harta
kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan
rumah-rumah tempat tinggal yang kamu senangi, adalah lebih kamu cintai daripada
Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan-Nya, maka
tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan Nya". Dan Allah tidak
memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (9:24)
Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai
kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
kaum yang kafir. (16:107)
Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan
penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang
yang lalai. (16:108)
Penjelasan :
Harta-kekayaan, anak-anak,
dan lain-lain kesenangan hidup di dunia hanyalah cobaan / ujian, untuk menguji
cinta kita kepada Allah. Jika kecintaan kita kepada kesenangan hidup didunia
melebihi cinta kita kepada Allah dan pengharapan akan kebahagiaan di akhirat,
maka hati kita akan terkunci (tertutup) untuk menerima petunjuk Allah.