Rabu, 11 April 2012

Cinta Dunia Menutup Hati

Dijadikan terasa indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita (sebaliknya, bagi wanita : pria), anak-anak (anak kandung, anak angkat, anak buah), harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan (kendaraan yang bagus), binatang-binatang ternak dan sawah ladang (lahan usaha / bisnis). Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (3:14)

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan / ujian dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala (imbalan) yang besar. (8:28)

Katakanlah, "Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, pasangan-pasanganmu (suami / isteri), kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu senangi, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (9:24)

Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. (16:107)

Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai. (16:108)

Penjelasan :

Harta-kekayaan, anak-anak, dan lain-lain kesenangan hidup di dunia hanyalah cobaan / ujian, untuk menguji cinta kita kepada Allah. Jika kecintaan kita kepada kesenangan hidup didunia melebihi cinta kita kepada Allah dan pengharapan akan kebahagiaan di akhirat, maka hati kita akan terkunci (tertutup) untuk menerima petunjuk Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar