Dijadikan terasa indah pada (pandangan) manusia kecintaan
kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita (sebaliknya, bagi wanita :
pria), anak-anak (anak kandung, anak angkat, anak buah), harta yang banyak dari
jenis emas, perak, kuda pilihan (kendaraan yang bagus), binatang-binatang
ternak dan sawah ladang (lahan usaha / bisnis). Itulah kesenangan hidup di
dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (3:14)
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah
sebagai cobaan / ujian dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala (imbalan) yang
besar. (8:28)
Katakanlah, "Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu,
saudara-saudaramu, pasangan-pasanganmu (suami / isteri), kaum keluargamu, harta
kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan
rumah-rumah tempat tinggal yang kamu senangi, adalah lebih kamu cintai daripada
Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan-Nya, maka
tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan Nya". Dan Allah tidak
memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (9:24)
Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai
kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
kaum yang kafir. (16:107)
Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan
penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang
yang lalai. (16:108)
Penjelasan :
Harta-kekayaan, anak-anak,
dan lain-lain kesenangan hidup di dunia hanyalah cobaan / ujian, untuk menguji
cinta kita kepada Allah. Jika kecintaan kita kepada kesenangan hidup didunia
melebihi cinta kita kepada Allah dan pengharapan akan kebahagiaan di akhirat,
maka hati kita akan terkunci (tertutup) untuk menerima petunjuk Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar